Cerita Misteri : Gerbang Gaib

"Gerbang Gaib"
Create By Hazizah Wulan P

Januari,1997

Pria Berseragam Sma itu terus berlari dan terus berlari sampai langkahnya terhenti Melihat Segerombolan wajah hancur itu tepat di hadapannya.

Januari, 2020

Aku Indi, Aku tipe orang yang sama sekali nggak percaya dengan adanya hal2 gaib atau dunia mahkluk lain selain Manusia,Aku beranggapan itu semua omong kosong atau tahayul.
Hari ini hari kelima aku tinggal di sini didesa yang berbeda jauh sama tempat tinggalku dulu,Dan hari pertama bagiku berlajar di sekolahan baruku.

Ibu : Indi,udah siang nanti telat (sdikit berteriak)
Aku : iya bu lagi siap2(menyisir rmbut)

Setelah sarapan Nasi Goreng sm telur dadar, aku pun bergegas menuju sekolahan baru ku dengan berjalan kaki, Semenjak ayahku di penjara karna kasus tindak pidana korupsi aku terpaksa tinggal didesa tempat ibuku dilahirkan.
Sesampainya di sekolah.

Aku : Gila ini sekolah atau museum tua banget (memandang gerbang sekolah).
Cerita Misteri : Gerbang Gaib
Aku pun bergegas masuk,saat melangkahkn kaki pertama kalinya melewati gerbang sekolah itu ntahh mengapa seluruh bulukuduk ku merinding,ah bodohamat pikirku dalam hati.
Hingga waktu memperkenalkan diri tiba.

Aku : NamakuIndi aku pindahan dari kota salam kenal (memperkenalkan diri).
Guru : Silahkan duduk di situ(Menunjuk sebuah kursi yang kosong).
Guru : kita mulai pelajarannya(Setelahaku duduk)

Tak ada yang istimewa dari sekolah ini,semuanya membosankan. Lonceng istirahat berbunyi,aku berjalan menuju kantin aku melewati kumpulan siswi yang tengah Mengobrol.

Salah satu siswi : Dia dari kota pantessan nggk tau(melirikku)
Aku : Kalian nyeritain aku?(menghentikan langkah)
Siswi lainnya : nggak kok, itu loh kemarin ada yang mati di sekolah ini,menurut cerita sih matinya di bunuh dedemit (memandangku).
Aku : bego banget sih kalian tahun 2020 masih percaya gituan (tertawa dan kemudian meninggalkan mereka yang ikutan tertawa setelah mendengar ucapanku).

Aku pun melanjutkan menuju kantin,ternyata di kantin sama2 membosankan seperti di kelas.

Aku : bu indomie rebusnya satu (memesan).
Ibu kantin : Dari kota ya? (memandangku)
Aku : Iya bu,kenapa?(memandangnya)
Ibu kantin : Pantesan (Suaranya kecil) nggk ppa silahkan duduk dulu nanti ibu anterin mienya kesana (menunjuk ke arah kursi kantin).

Akupun duduk dan tak lama setelah aku duduk indomie yang aku pesan akhirnya datang juga.

Ibu kantin : Silahkan (Menaruh mie dimejaku).
Aku : iya mksih bu (segera memakan mie tersebut).

Saat suappan kedua aku ngelihat mie di sendok yang aku pegang dan dimangkuk dihadapanku berubah menjadi cacing yang menggeliat2, karna kaget aku replek berteriak.

Aku : Cacing Cacing (Berteriak dan berdiri dari kursi).

Semua murid memandangku dan ada juga beberapa yang menertawakanku,karna malu gue spontan memesan teh es ke ibu kantin.

Aku : bu es teh satu (sdikit berteriak).
Ibu kantin : iya dek (membuat es teh).

Saat aku kembali duduk,semua cacing yang aku lihat di mangkuk dan d sendok kembali menjadi mie yg di antarkan ibu kntin sebelumnya, mungkin halusinasi pikirku. ibu kantin kembali kemejaku mengantarkan es teh. Yang tdi ku pesan.

Aku : Makasih ya bu (Meminum tehes)
Ibu kantin : sama2, kenapa tadi teriak2 (Mngelap tumpahan mie ku di meja).
Aku : nggk papa bu (sdikit menggaruk kepala).

Ibu kantin itupun meninggalknku. Baru saja aku di kagetkan dengan mie ku yang berubah menjadi cacing kini aku di kagetkan dengan es teh ku yang berubah menjadi warna merah darah yang kental dan berbau amis karna kembali kaget aku melemparkan teh es ku ke lantai.

Kembali aku memperhatikan teh es yang sudah tumpah di lantai dan sama halnya dengan mie yang kumakan sebelumnya, teh es itu kembali ke semulanya.

Aku : Apa yang terjadi denganku hari ini (kesalku dalam hati).

Setelah membayar makanan dan minuman yang tak sampai habis kunikmati itu,aku memutuskan untuk kembali ke kelas walaupun belum lonceng bunyi lonceng masuk kelas.

Dan lagi2 hal aneh menimpaku di tengah perjalanan menuju kelasku,aku melihat sekelompok murid2 dengan wajah hancur memakai seragam yg tak lagi utuh itu mendekatiku, aku berusaha memundurkan langkah kakiku mereka semakin mendekat, aku membalingkan badan dengan niat ingin berlari tapi naasnya sekelompok murid menyeramkan itu juga ada di belakangku, aku hanya terpaku mematung dan keringat dingin semakin membasahi badanku,kakiku yang gemetar rasanya sudah tak sanggup berdiri sekolompok menyeramkan itu semakin mendekat dan mendekat, karna rasa takut yang tak bisa kujelaskan itu semakin bertambah,aku mulai berteriak.

Aku :Ah...tolong..(menutup mata).
Tiba2 hp di saku ku berdering,aku berusaha membuka mata Perlahan, ini benar2 diluar nalarku,Tak ada Sekelompok murid yang menyeramkan itu disekitarku, yang ada hanya murid2 yang lagi2 memandangku dan menertawakanku karna ketakutan dan berteriak seperti orang gila.

Aku : mungkin mereka pikir aku orang gila (kesalku dalam hati).

Aku mengecek hp ku ternyata panggilan dari ibu.

Aku : Halo..iya bu kenapa? (membersihkan keringat di jidatku).
Ibu : kamu dimana kenapa nggk masuk sekolah (nadanya seperti marah).
Aku : Indi di sekolah bu, ini juga Indi lagi istirahat (melihat kiri kanan).
Ibu : Kamu jangan bohongin ibu tadi bu ratna telpon ibu dia bilang kamu nggak datang kesekolahan, kamu bolos ya (marah).
Aku : Sumpah bu,Indi di sekolahan kok, terserah deh kalau ibu nggak percaya (menutup telpon).

Aku : ibu apaan sih marah2 nggk jelas,lagian siapa juga yang nelpon ibu bilang aku nggak masuk skolah (kesalku dalam hati).

Akhirnya bel masuk kelaspun berbunyi,aku pun berjalan masuk kelas. Ditengah pelajaran aku kembali dibuat ketakutan seluruh teman kelasku dan termasuk gurukupun berubah menjadi sangat menyeramkan dengan wajah gosong dan hancur serta pakaian robek dan aku terbangun dari tidurku.

Aku : cuman mimpi (legahku dlm hati).

Ternyata aku ktiduran saat jam pelajaran.

Aku : bu permisi ijin ke toilet (mengacungkan tangan).
Guru : iya silahkan (sedikit tersenyum).

Aku pun bergegas ke toilet dan membasuh muka,tiba2 kobaran api memenuhi toilet, aku kembali membasuh muka karna aku pikir aku kembali berkhayal atau bermimpi, ternyata kobaran api itu masih ada ternyta ini nyata.

Aku : Tolong..api...tolong kebakaran..(berteriak).

Hpku kembali berdering,dan bersamaan hilangnya kobaran api d toilet.

Aku : Mungkin ada masalah dengan syarafku (pikirku dalam hati).

Ternyata lagi2 itu panggilan dari ibu.

Aku : Halo iya bu..kenapa mau marah lagi?
Ibu : Kamu di sekolahan yang gerbangnya warna putih itu?(tergagap).
Aku : ya iyalah bu, yang mana lagi kan dari balai desa belok kiri.
Ibu : Indi...pokoknya kamu harus keluar dari sekolah itu,cepat keluar nak keluar.

Tiba2 telpon dari ibu terputus,mungkin ibu yang menutup panggilan pikirku.

Aku : Mungkin ibu juga ada masalah dengan syarafnya(pikirku dalam hati).

Tiba2 kaca di hadapanku pecah, tiba2 air yang kugunakan membasuh muka berubah menjadi bewarna merah darah kental dan berbau amis sama seperti teh es ku waktu di kantin.

Darah itu terus mengalir membasahi seluruh lantai toilet, Aku berlari keluar meninggalkan toilet dengan niat hendak kembali ke kelas.

Kali ini aku kembali bertemu sekelompok wajah hancur dan gosong itu mereka kembali mendekatiku. Tanpa ucapan apapun aku berlari sekencang2nya. aku masuk di ruangan laboratorium berusaha sembunyi dari sekelompok mahkluk menyeramkan itu.

Tiba2 tepat dibelakangku,mahkluk dengan muka setengah meleleh kelantai,bola mata yang bergantung keluar dari kelopak mata, dia duduk tepat di sebelahku, aku berteriak dan kembali berlari. saat ini hanya telpon dari ibu yg aku tunggu.dan berharap stelah menerima telpon semuanya kembali seperti sedia kala.

Aku kembali bersembunyi di ruang perpustakaan, belum Sampai semenit aku di ruangan itu tiba2 perpustakaan dipenuhi kobaran api,aku berusaha untuk keluar dan kembali berlari sekelompok mahkluk menyeramkan itu masih di belakangku.

Aku kembali bersembunyi di ruang guru.
Aku : Apa yang terjadi d sini, kenapa semuanya berubah menjadi menyeramkan (melipat dengkul).

Seperti ada tetesan cairan kental di jidatku, aku membersihkannya kulihat tanganku ternyata cairan yang kubersihkan itu sama seperti yang memenuhi lantai toilet, jantungku berdegup kencang perlahan mataku kuarahkan ke atas, ternyata cairan itu berasal dari mata mahkluk hitam gosong yang dari tadi memandangku.

Lagi dan lagi aku kembali berlari, aku mengingat ucapan ibu yang menyuruhku segera keluar dari sekolahan ini, tanpa pikir panjang aku berlari menuju gerbang sekolah..

saat langkah pertama melewati gerbang, ibuku memelukku.

Ibu : Syukurlah nak kamu selamat ( mengelus kepalaku).

Ternyata ibuku bersama warga dan kakekku.
Aku : ini sebenarnya ada apa bu (melepas pelukan ibu).

Ibu tak menjawab pertanyaanku dia hanya membalikn wajahku menghadap ke arah sekolah, ini yg bikin aku syok melihat sekolah besar tempatku tadi berlajar skrg menjadi tanah kosong yang luas dan tandus,yang tak berubah hanyalah gerbang putih tempatku masuk dan keluar.

Suara kakek menghentikan lamunanku.

Kakek : ndok2 untung kamu ingat ucapan ibumu, kalau smpai lonceng pulang sekolah kamu belum keluar melewati gerbang ini kamu akan menjadi teman2 mereka selamanya seperti Sindi anak kota yang kemarin hilang, sama juga seperti wawan Yang hilang 24 tahun lalu dan smpai sekarang tak di temukan (menatap ke arah gerbang).

Aku : sebenarnya ini tmpat apa kek? (memandang kakekku).
Kakek : disini memang sekolah tetapi dulu sebelum sekolah besar ini hangus terbakar, mengakibatkan seluruh yang di dalamnya tewas dalam keadaan terpanggang dan yang tersisa hanya gerbang putih ini jalan masuk ke alam mereka (memegang pundakku).

Sudah2 sekarang bubar2 (menyuruh warga pulang kerumah masing2).

Ibu : Kamu sih budeg dari balai desa ibu bilang belok kanan eh kamu malah belok kiri (menjewerku).

Aku : aduh..sakit bu (melepas jeweran ibu).

Sekarang aku percaya mereka memang ada. Aku berjalan menyusul kakek dan ibu ku kembali kuarahkan pandanganku ke gerbang itu dan melihat wanita gosong dengan mata menyembul keluar,seolah berkata "SUDAH PERCAYA"
Aku memalingkan wajah dan kembali menyusul kakek dan ibu

TAMAT

Related Posts

Cerita Misteri : Gerbang Gaib
4/ 5
Oleh