Hari terus berganti, namun perampokan disertai pembunuhan Yanti belum juga terungkap. Hantu Bu Minah dan hantu Yanti pun masih terus mengusik kenyamanan didesa kami. Saya, Dani dan Adi pun memang tidak berbakat sebagai detektif karena tidak bisa menemukan jejak apapun dari peristiwa perampokan dirumah Bu Yuni yang menewaskan Yanti.
Penampakan hantu Bu Minah dan Yanti pun sering kali terjadi. Apalagi jika selepas maghrib, setiap orang yang melintasi kebun dibelakang rumahku pasti dijumpai oleh penampakan Bu Minah yang sangat menyeramkan.
Suatu ketika ada warga (Sebut saja namanya Pak Bambang) ingin buang hajat disungai. Maklum didesa saya belum banyak warga yang memiliki MCK sendiri dirumahnya. Jika ingin pergi ke sungai maka jalan akses satu-satunya yang cukup mudah adalah melintasi kebun yang ada dibelakang rumahku.
Pukul 10 malam, pak bambang memberanikan diri untuk pergi kesungai sendirian. Pak Bambang memang orang yang cukup penakut, namun karena sudah tidak tahan ingin buang hajat maka pak Bambang beranikan diri untuk pergi sendirian ke sungai yang berada tidak jauh dengan kebun yang ada dibelakang rumahku.
Pada waktu melewati kebun yang ada dibelakang rumahku, pak Bambang memang sangat ketakutan sekali, apalagi sudah cukup banyak warga yang melihat penampakan mengerikan dari Bu Minah atau Yanti yang sering muncul disekitar kebun dibelakang rumahku itu.
Dengan ditemani senter kecil, pak Bambang berjalan pelan menyusuri kebun angker itu. Pak bambang tak berhenti-hentinya berdoa memohon lindungan Allah SWT agar tidak diganggu arwah Bu Minah dan Arwah Yanti.
Pada saat melewati pohon kelapa yang cukup tinggi, terdengar seperti buah kelapa yang jauh. Suara buah kelapa yang jatuh itu terdengar sangat keras sekali. Suara itu juga membuat pak Bambang ketakutan, seluruh badannya menggigil ketakutan tapi pak Bambang sangat penasaran dengan suara benda jatuh yang amat keras itu.
Pak Bambang mencoba mencari asal suara benda jatuh itu, Pak Bambang berputar-putar untuk mencari benda jatuh itu, namun tidak membuahkan hasil. Saat sedang fokus mencari asal suara benda jatuh itu, tiba-tiba terdengar suara sesosok wanita yang cukup membuat pak Bambang ketakutan.
Suara Wanita : Pak Bambang............... Tolong cari-kan ya pak!!!!!!!!!!!
Suara wanita yang meminta tolong untuk dicarikan sesuatu sangat tidak asing bagi pak Bambang, Pak Bambang sangat mengenal suara wanita itu, namun pak Bambang tidak berani berasumsi lebih jauh karena sudah dihantui rasa ketakutan yang amat sangat.
Pak Bambang berinisiatif untuk cepat-cepat pergi meninggalkan kebun angker itu. Dengan sigap, pak Bambang melangkah pelan-pelan untuk segera keluar dari kebun. Namun lagi-lagi terdengar suara yang membuat bulu kuduk Pak Bambang berdiri semua.
Suara Wanita : Pak Bambang.......... Toooolooonggggg CCaaaaarriiikannnnn Pakkkkkkkk!!! Tolonggggg carikannn kepala saya yang tadi jatuhhhh pakkkk.....
Dalam hati kecil Pak Bambang sudah mengira bahwa suara tersebut adalah suara Yanti yang mati dibunuh dengan kepala yang dipenggal, namun pak bambang tidak berani menoleh kearah suara tersebut. Pak Bambang tetap mengacuhkan asal suara tersebut yang terdengar cukup dekat dengan posisi pak Bambang berdiri.
Karena sudah tidak kuat lagi menahan rasa takut, Pak Bambang memutuskan untuk berlari secepat-cepatnya meninggalkan kebun angker itu, namun saat pak Bambang akan mencoba terlari, tiba-tiba kaki Pak Bambang tersandung sesuatu. Pak Bambang pun langsung menoleh ke benda yang membuat pak Bambang hampir terjatuh karena tersandung.
Saat senter kecil pak Bambang disorotkan kebagian bawah tiba-tiba pak Bambang melihat sesuatu. Tepat didepan kaki pak Bambang tergeletak sesosok kepala tanpa badan yang sangat tidak asing buat pak Bambang. kepala tersebut adalah kepala Yanti yang terpisah dari badannya.
Pak Bambang : Setaaaaaannnnnnnnnnnn.......Toooooollloonggggggggggggggggggg.... Seeettaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn.
Tanpa menghiraukan keadaan disekitar kebun angker tersebut, pak bambang berlari secepat-cepatnya agar segera keluar dari kebun angker itu. Pak bambang belari menuju rumahku hingga sampai dirumahku untuk meminta pertolongan, Pak Bambang menceritakan apa yang baru saja Pak Bambang alami.
Mendengar cerita menyeramkan tersebut membuat saya, Dani dan Adi semakin ciut nyalinya untuk menyelidiki rumah Bu Yuni dimalam hari. Namun saya masih tetap penasaran dengan misteri kematian Bu Minah dan Yanti yang belum terungkap ini.
Bersambung
Penampakan hantu Bu Minah dan Yanti pun sering kali terjadi. Apalagi jika selepas maghrib, setiap orang yang melintasi kebun dibelakang rumahku pasti dijumpai oleh penampakan Bu Minah yang sangat menyeramkan.
Suatu ketika ada warga (Sebut saja namanya Pak Bambang) ingin buang hajat disungai. Maklum didesa saya belum banyak warga yang memiliki MCK sendiri dirumahnya. Jika ingin pergi ke sungai maka jalan akses satu-satunya yang cukup mudah adalah melintasi kebun yang ada dibelakang rumahku.
Pukul 10 malam, pak bambang memberanikan diri untuk pergi kesungai sendirian. Pak Bambang memang orang yang cukup penakut, namun karena sudah tidak tahan ingin buang hajat maka pak Bambang beranikan diri untuk pergi sendirian ke sungai yang berada tidak jauh dengan kebun yang ada dibelakang rumahku.
Pada waktu melewati kebun yang ada dibelakang rumahku, pak Bambang memang sangat ketakutan sekali, apalagi sudah cukup banyak warga yang melihat penampakan mengerikan dari Bu Minah atau Yanti yang sering muncul disekitar kebun dibelakang rumahku itu.
Dengan ditemani senter kecil, pak Bambang berjalan pelan menyusuri kebun angker itu. Pak bambang tak berhenti-hentinya berdoa memohon lindungan Allah SWT agar tidak diganggu arwah Bu Minah dan Arwah Yanti.
Pada saat melewati pohon kelapa yang cukup tinggi, terdengar seperti buah kelapa yang jauh. Suara buah kelapa yang jatuh itu terdengar sangat keras sekali. Suara itu juga membuat pak Bambang ketakutan, seluruh badannya menggigil ketakutan tapi pak Bambang sangat penasaran dengan suara benda jatuh yang amat keras itu.
Pak Bambang mencoba mencari asal suara benda jatuh itu, Pak Bambang berputar-putar untuk mencari benda jatuh itu, namun tidak membuahkan hasil. Saat sedang fokus mencari asal suara benda jatuh itu, tiba-tiba terdengar suara sesosok wanita yang cukup membuat pak Bambang ketakutan.
Suara Wanita : Pak Bambang............... Tolong cari-kan ya pak!!!!!!!!!!!
Suara wanita yang meminta tolong untuk dicarikan sesuatu sangat tidak asing bagi pak Bambang, Pak Bambang sangat mengenal suara wanita itu, namun pak Bambang tidak berani berasumsi lebih jauh karena sudah dihantui rasa ketakutan yang amat sangat.
Pak Bambang berinisiatif untuk cepat-cepat pergi meninggalkan kebun angker itu. Dengan sigap, pak Bambang melangkah pelan-pelan untuk segera keluar dari kebun. Namun lagi-lagi terdengar suara yang membuat bulu kuduk Pak Bambang berdiri semua.
Suara Wanita : Pak Bambang.......... Toooolooonggggg CCaaaaarriiikannnnn Pakkkkkkkk!!! Tolonggggg carikannn kepala saya yang tadi jatuhhhh pakkkk.....
Dalam hati kecil Pak Bambang sudah mengira bahwa suara tersebut adalah suara Yanti yang mati dibunuh dengan kepala yang dipenggal, namun pak bambang tidak berani menoleh kearah suara tersebut. Pak Bambang tetap mengacuhkan asal suara tersebut yang terdengar cukup dekat dengan posisi pak Bambang berdiri.
Karena sudah tidak kuat lagi menahan rasa takut, Pak Bambang memutuskan untuk berlari secepat-cepatnya meninggalkan kebun angker itu, namun saat pak Bambang akan mencoba terlari, tiba-tiba kaki Pak Bambang tersandung sesuatu. Pak Bambang pun langsung menoleh ke benda yang membuat pak Bambang hampir terjatuh karena tersandung.
Saat senter kecil pak Bambang disorotkan kebagian bawah tiba-tiba pak Bambang melihat sesuatu. Tepat didepan kaki pak Bambang tergeletak sesosok kepala tanpa badan yang sangat tidak asing buat pak Bambang. kepala tersebut adalah kepala Yanti yang terpisah dari badannya.
Pak Bambang : Setaaaaaannnnnnnnnnnn.......Toooooollloonggggggggggggggggggg.... Seeettaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnn.
Tanpa menghiraukan keadaan disekitar kebun angker tersebut, pak bambang berlari secepat-cepatnya agar segera keluar dari kebun angker itu. Pak bambang belari menuju rumahku hingga sampai dirumahku untuk meminta pertolongan, Pak Bambang menceritakan apa yang baru saja Pak Bambang alami.
Mendengar cerita menyeramkan tersebut membuat saya, Dani dan Adi semakin ciut nyalinya untuk menyelidiki rumah Bu Yuni dimalam hari. Namun saya masih tetap penasaran dengan misteri kematian Bu Minah dan Yanti yang belum terungkap ini.
Bersambung
Kuntilanak Dibelakang Rumahku Part 5
4/
5
Oleh
CERITA HANTU
