Kuntilanak Dibelakang Rumahku Part 6

Dalam gelap malam dan sepi, saya duduk sendirian didalam kamar sambil melihat kearah luar jendela, saya merenung tentang apa teror arwah penasaran yang menimpa desa saya. Disaat saya sedang melamun, saya melihat gerak gerik bapak saya yang agak mencurigakan yang berada disamping rumah.
Kuntilanak Dibelakang Rumahku Part 6
Saya terus mengintai apa yang sedang dilakukan oleh bapak saya, saya melihat bapak saya berjalan mengedap-endap kearah kebun angker itu. Melihat pemandangan yang mencurigakan itu, langsung saja ku ambil hp saya dan kuhubungi Adi dan Dani agar segera merapat kerumahku.

Tanpa menunggu lama, Dan dan Adi sudah sampai dirumahku.

Adi : Ada apa Bud? Sepertinya penting sekali?
Saya : Tadi Gw liat gerak-gerik mencurigakan bapak Gw Di?
Dani : Wahhh.. parahh loe Bud!!! masa bapak loe sendiri Loe curigai!!!
Saya : Siapa saja perlu Gw curigai Dan jika ada gerak-gerik yang mencurigakan. Apalagi Gw sering liat bapak pulang malam-malam.
Adi : terus rencana Loe sekarang apa Bud?
Saya : Kita masuk ke kebun angker itu lagi Bro!!!! Gw yakin ada hal yang mencurigakan!!!
Dani : Busyeeetttt dah!!! Ogah kalo ke kebun angker itu lagi Bud...
Adi : Okey Bud,,,, Gw setuju ide loe... kita kudu masuk ke kebun angker itu agar kita tau apa yang dilakukan Bapaknya Budi.

Akhirnya kami sepakat untuk masuk ke kebun angker itu, meski ada rasa takut dihati kami namun kami harus tahu apa yang sedang dilakukan oleh bapak saya. Kami terus masuk jauh ke kebun angke ritu namun kami tidak menemukan keberadaan bapak saya.

Adi : Kemana lagi nih Bud? kita dah muter-muter di kebun ini tapi gak nemuin bapak loe???
Saya : Gw juga binggung kudu kemana lagi Di?
Adi : Gimana kalau kita kerumah Bu Yuni lagi Bud? Rumah yang paling dekat dengan kebun ini kan cuma rumah Bu Yuni?
Saya : Hhhhhmmmmmmm betul juga sih Di!!! tapi apa mungkin bapak Gw kesana? seperti gak mungkin dah!!!!
Adi : Kita coba saja Bud!!! yang penting kita usaha dulu!!! Gimana Dan? loe setuju kan (sambil menoleh kearah Dani yang dari tadi sudah ketakutan).
Dani : Gw ikut aja dah,,,,, terserah loe berdua mau kemana!!!

Kami bertiga berjalan mengendap-endap menuju rumah Bu Yuni yang memang letaknya tidak jauh dengan kebun angker ini. Sesampainya disamping rumah Bu Yuni, keadaan sangat sepi dan gelap sekali, tak ada lampu penerangan diluar rumah Bu Yuni yang menyala dan rumah Bu Yuni yang cukup besar itu pun hanya dihuni oleh Bu Yuni sendiri karena suaminya merupakan seorang kontraktor yang tak pernah tentu pulangnya.

Sesampainya dirumah Bu Yuni, kami mengelilingi rumah Bu Yuni, namun tidak menemukan keanehan sedikitpun, tapi kami melihat pintu belakang rumah Bu Yuni yang sepertinya tidak terkunci karena agak terbuka sedikit.
Adi : Kita mau kemana lagi Bud?
Saya : Kita masuk kerumah Bu Yuni!!!
Adi : Gila Loe Bud!!!!! Nanti kita disangka perampok??? apa malah nanti kita yang dituduh pembunuhnya Yanti?
Saya : Felling Gw mengatakan kita kudu masuk kerumah itu Di?
Dani : Kita dah sejauh ini, keknya benar juga Ide Bud...Di!!!!
Saya : Nahhhh,, Dani dah setuju, kita masuk saja!!!!
Adi : Okey kalo begitu Bro!!

Kami bertiga mengendap-endap masuk kerumah Bu Yuni lewat pintu belakang yang tidak dikunci. Rumah Bu Yuni memang cukup besar, ada beberapa kamar yang ukurannya cukup besar. Samar-samar dengar suara cekikikan laki-laki dan suara cekikikan perempuan dari dalam salah satu kamar.

Saya : Stttttttt.. Coba kalian dengar baik-baik!! sepertinya ada suara cekikikan bro (sambil berbisik ke Adi dan Dani)
Dani : Iya bro... Gw juga denger!!!!! Jangannn-jangannnnnnnn suara cekikikan kuntilanakkk bro!!! kita pulang aja bro!!! (sambil ketakutan).
Adi : Bukannnn Dan!!!! ini ada suara laki-laki juga soalnya.. keknya suara bapak Loe Bud (sambil menunjuk ke arah Budi).
Saya : Iya Di.... sepertinya suara Bapak Gw dan suara Bu Yuni... kita kudu temuin suara cekikikan itu Bro??? Ada yang tidak beres kayaknya nih!!!

Kami mengecek satu per satu kamar yang ada dirumah Bu Yuni, hingga saat akan mengecek salah satu kamar lewat lubang kunci, kami melihat 2 sosok laki-laki dan perempuan yaitu Bapak Gw dan Bu Yuni sedang asik berduaan diatas ranjang,

melihat pemandangan yang tidak enak dipandang itu membuat Gw naik pitam, Gw langsung dobrak pintu kamar dan memang benar, yang ada didalam kamar adalah bapak Gw dan Bu Yuni yang sedang asik-asiknya bermesraan.

Pukulan demi pukulan kami layangkan ke arah bapak Gw, Gw udah tidak pandang lagi siapa yang Gw pukuli, Gw tidak pernah menyangka dengan apa yang dilakukan Bapak Gw. kami memukuli Bapak Gw hingga benar-benar terkapar tak berdaya, darah mengalir diwajar Bapak Gw. Gw melihat pemandangan seperti itu, bukannya Iba malah ingin rasanya membunuh bapak Gw. Gw gak sudi memiliki bapak yang berwatak seperti itu.

Bu Yuni : Tooolonggggg... ampuni kamiii....toolonggg.... (sambil mengiba)
Saya : Diammmmmmm kamu jahanammmm!!!!! sudah untung kami tidak memukuli kamu!!!!!!!!
Bu Yuni : Tollonggggg lahhh Buddddd,,, jangan sakiti Bapakkk kamuu.... kami Khilaffff.. tolonggggg maafkan kami (sambil mengiba dan menangis)
Adi : Sudahlah Bud.....sebaiknya kita jangan main hakim sendiri..kita perlu banyak informasi dari mereka berdua tentang kematian Yanti dan Bu Minah...
Dani : Iya Bud,, benar apa kata Adi.... ini saatnya kita mengungkap misteri pembunuhan Yanti dan misteri gantung dirinya Bu Minah....

Akhirnya kami putuskan untuk berhenti main hakim sendiri, kami mendudukkan mereka berdua untuk mengintrogasi tentang kejanggalan-kejanggalan dari kematian Yanti. Berdasarkan informasi dari Bapak Gw dan Bu Yuni, tewasnya Yanti sebenarnya dibunuh oleh Bapak Gw dan Bu Yuni karena memergoki mereka berdua sedang selingkuh. mendengar penuturan tersebut membuat emosi Gw naik lagi, Gw layangkan piring yang kebetulan ada disisi Gw kearah Bapak Gw hingga tepat mengenai kepala Bapak Gw.

Saya : Mammmpussssss aja sekalian kamu pakkkkk... kamu benar-benar tega membunuh dengan keji seorang wanita yang baik-baik.

Tak terasa airmata menetes dikedua mata saya karena tidak tahan mendengar kenyataan yang terjadi dengan bapak Gw yang Gw kira seorang bapak yang baik. Apalagi ternyata bapak Gw lah yang memenggal kepala Yanti.

Kami bertiga tertunduk lesu seakan tak punya tenaga dengan penuturan-penuturan fakta yang disampaikan oleh Bapak Gw dan Bu Yuni.

Bu Yuni : Bud,,,,, maafkan kami Ya bud..... tenangkan hati kamu.... Saya bikin minuman buat kalian bertiga agar bisa menenangkan diri.
Saya : Ya.. silahkan saja.....

Kami bertiga langsung meminum minuman yang disuguhkan Bu Yuni, kami bertiga memang merasa cukup kehausan hingga menenggak habis minuman yang disuguhkan oleh Bu Yuni. 5 menit setelah menenggak minuman yang diberikan Bu Yuni, kepala saya terasa pusing sekali, Bumi terasa seperti berputar-putar hingga terasa mual dan ingin muntah.

Apa yang saya rasakan ternyata juga dirasakan oleh Adi dan Dani, bahkan Dani muntah-muntah hingga akhirnya tak sadarkan diri, dan disusul Adi yang jatuh terkapar disisi Dani.

Saya : Appp... aaappppp..apppaaa yangggg kkk ka, kaaa kkkauuuu beriiikan keparattttttt!!!!!!!1
Bu Yuni : Tenang saja bud..... saya tidak meracuni mu haahhahahahaha... saya hanya memasukkan seruk supaya kalian pingsannn hahahahaahahahaa (sambil tertawa terbahak-bahak)..
Saya : keparatttttt kauuuuuuuuuuu.

Saya mencoba tetap menahan rasa mual dan pusing agar saya tidak jatuh terkapar seperti kedua teman saya, namun apa daya, tubuh saya terasa lemassss sekali hingga saya juga terjatuh dan tak sadarkan diri.

Bersambung





Related Posts

Kuntilanak Dibelakang Rumahku Part 6
4/ 5
Oleh