Akhirnya Waktu Liburan Sekolah Telah Tiba,Dan Sesuai Yang Di rencanakan Intan dan juga 5 orang sahabatnya,Dewi, ,Adam, Raja dan juga guntur akan berlibur di sebuah Villa Milik Om Hendra Abangnya ayah intan, bersama istrinya Tapi Sekarang mereka berdua Telah Tiada.
Intan : Guys, Indah bangetkan Pemandangannya?(Turun dari Mobil)
Rara : Iya Tann indah bangett (Menikmati Udara segar)
Dewi : Indah Sih Indah Lu Nggk Liat Ni Kotor Banget Kya Nggk Pernh Di Bersihinn (Melihatt Sekeliling Villa).
Adam : Yaelah wi nanti kan Kita bisa bersihin sama2 (Melirik dewi).
Intan : Nggk perlu kita bersihin sbntr lagi juga bkln ada bu asih yg tinggal dkt sini,dia udh dibyar bokap gue buat Bersihin ni villa sm Masak buat kita selama seminggu disini (Menarik kopernyaa) Ayo masuk (Membuka Pintu).
Raja : Gila luas banget ni Villa syg bnget kalau nggk di sewain (Melihat Skitar dlam Villa).
Intan : Dari sebelum menikah Om Hendra Nggk Pernh Mau Nyewain. Trakhir ni Villa cuman Dipakek Om hendra sm Istrinya pas bulan madu mereka, Namun Naasnya Ada perampok datang kesini dan Membunuh mereka (Membuka Pintu Kamar), Yang Cwek Tidur di sini ya Yang Cwok Tidur di Kamar belakang (Menunjuk sebuah kamar).
Rara : Di Bunuh disini? ih gue jadi ngeri..(Melirik kirikanan).
Intan : Tenang aja Itu Udh Lama Banget Waktu Gue Kelas 6 sd.
Raja : Nggk ada kmar khusus gitu buat gue sm Dewi,Tan?(Tertawa).
Rara : Apaan sih lu ja mesum aja otak lu(Melirik raja)
Dewi Dan Raja memang sudah lama berpacaran.
Intan : Jngan2 macem2 ya ja?(Melirik Raja).
Dewi : Selow aja tan, Raja Cumn Bercanda Kokk (Sdikit tertawa).
Mereka kemudian masuk kekamar Yg sudh di jelaskn oleh intan, Stelah mengemasi pakaian mereka Masing2 mereka kluar kmar dan menuju meja makan.
Intan : Bu asih ya? (Duduk di kursi meja makan).
Bu asih : iya neng,mkan malam nya udh saya siappin dan Daun2 di teras udh juga sya bersihin, klau bgitu sya pamit pulng dulu ya neng (meninggalkn meja makan).
Adam : Tunggu Bu, knapa Nggk Nginep di sini aja?(Menghentikan langkah bu asih).
Bu asih : Tidak, ini sudah jdi kesepakattan sya dengan Ayah neng intan, Bsok pagi sya kmbali kesini untk menyiapkan sarapan kaliann permisii (berjalan keluar pintu).
Mereka pun bergegas makan malam,stelah menghabisi makanan di meja makan mereka kembali msuk ke kamar mereka.
Suasana di sana membuat mereka tertidur nyenyak,kecuali Intan Yang sedari tadi menahan Pipisnyaa.
Intan : Wi..wi..Bangun Temennin Gue pipis yukk,gue kebeletni(membangunkan dewi).
Dewi : apaan sih tan gue ngantuk ni,noh sm Rara aja (Melanjutkn tidurnya).
Intan : Ra..Ra temenin gue pipis yukk (Membangunkan Rara)
Tak ada jawaban dari Rara Nyenyak bnget ni anak keluh intan dalam hati.
Intan pun memutuskan untuk ke toilet sndirian, saat di dalam toilet dia merasakan hawa yang berbeda seperti ada yang mengawasinya,dlm keheningan tiba2 pintu toilet di ketuk oleh seseorang.
Intan : Siapa?
Tak ada jwaban tapi suara ketukan itu semakin keras.
Intan : Siapa? Jngn bercanda ya, ini Nggk lucu sumpah!(kesal)
Kembali tak ada jawaban, Suara ketukan itu semakin keras semakin kuat membuat pintu itu terbuka,dan Intan pun melangkah keluar toilet
Intan : Sumpah Ini nggk lucu! Gue kgak takut! Bercandaan kalian nggk lucu! (Intan berteriak)
Tiba2 intan melihat sekelibat bayangan wanita lewat di smpingnya menuju ruang tamu.
Intan : Siapa? (Dia mengejar wanita itu)
Intan melihat semua sisi yang ada du ruang tamu Nmun nihil tak ada siapapun di ruangitu. Dengan Bergegas dia kembali ke kamarnya.
Dia hanya melihat Rara yg tertidur pulas tapi tak ada Dewi di sana, kemana dewi? ini mnjadi tnda tanya besar bgi Intan,dan dia pun segera membangunkan Rara.
Intan : Ra..Ra..Ra..bangunn Dewi kmna?
Rara : palingan ke toilett (Mata yang masih terpejam)
Intan : Gue yng dri toilett mna ada Dewi
Mendengr ucapan intan Rara Langsung Bangkit duduk
Rara : Kemana Dewi? (Menatap intan bingung)
Intan : Udahh ayo kita cari..(Menarik tangan Rara).
Mereka pun bergegas ke kamar Cwokk dan mengetuk pintunyaa tapi pintu itu tidak terkunci mereka melihat ke dalam ternyata tidak ada siapapun.
Intan : Kemana Adam, Raja dan Guntur (Gelisah).
Intan dan Rara Memandang ke arah Pintu dpn Yang Terbuka Ternya di sana Ada Guntur dan Adam.
Guntur : Kalian Ngapain disini? (Memandang Intan Dan Rara)
Rara : Seharusnya kami yang nanya kalian ngapain disini
Guntur : Raja...Raja Nggk ada di kamarnyaa
Intan : Dewi Juga Nggak ada di kamarnyaa..
Guntur : Jangan-jangan mereka...???????
Guntur tak melanjutkn Perkataannyaa, Karena Tiba2 mendengar Suara Seorang Wanita Yang sedang Tertawa.
Guntur : Kalian denger?
Rara : Iya gue denger
Intan : Gue juga
Adam : Suaranya Berasal Dari Gudang,Ayo kita lihat.
Mereka berjalan menuju Gudang,Saat Membuka Pintu Gudang Suara Tertawa Itu Berhenti,Mereka hanya saling memandang dan membuka pintu Itu.
Mereka Kaget bukn kepalang Saat Melihat Raja yg tergeletak di Lantai dengn tubuh penuh dengan darah dengn kondisi perut yang terkoyak.
Intan : lu knapa ja? (Duduk di sebelah Raja).
Raja : Kalian Harus Pulang Suaranya Terbata-bata).
Intan : Kenapa?Siapa yang bkin lu bgini?(Menahan air mata)
Tak sempat menjawab pertanyaan Intan Raja Menghembuskan Nafas Terakhirnya, Tiba2 terdengar Suara Tawa Wanita yang bgitu Kencangg Suara itu terdengar seolahh2 gembira.
Guntuh : Suara itu dari Depan.
Guntur berlari ke pintu depan, Diikuti Rara Yang Berlari di Mengikutinyaa Mereka Meninggalkn Adam Dan Intan Yang Berada di Gudang.
Guntur Membuka pintu dan Ketika Ia Membuka Pintu Dewi Menyerangnya Dengan Kapak Yang di pegangnya Untungnya Guntur berhasil Menghindar Guntur Kembali Masuk kedalam dan mengunci pintu Depan Rara dan Guntur kembali Ke Gudang.
Rara : Gue Nggk Nyangka Banget Dewi Nyerang Guntur Dengan Kapak Dan Jangan2 dia juga yang bunuh Raja (Terbata2).
Adam : Nggk Mungkin Dewi Sayang Banget sm Raja.
IGuntur : itu Bukn Dewi, Dia seperti kerasukan Gue lihat mata Nya Sama sekali Nggk ada mata hitam (Mengunci Pintu gudang).
Intan : Jdi Kita Hrus Gmana (Menangis).
Rara : Kita pulang aja (Ikut menangis).
Intan: Gimna? apa kita pulang Gue udh bilng sm Supir gue buat jmput kita minggu depn (terbata2)
Adam : Gimana kalau kita ke rumah Bu asih saja.
Intan, Rara dan Guntur menggangguk tandanya Menyetujui Ucapan Adam,Saat Mereka Bergegas Berdiri, Jendela Gudang Terbuka dengan Sendirinya dan Seorang wanita Berambut panjang, Berwajah Pucat Dengan Darah Yang Mengalir Di Dua Bola Kelopak Matanya.
Wanita itu tertawa kencang membuat jendela terbuka tertutup secara berulang.
Intan yang melihat pemandangan seperti itu Tak Mampu menahan diri dan Pingsan.Bersamaan dengan Hilangnya wanita tersebut. Adam Dan Guntur membopong Badan intan dan saat mereka membuka pintu merekan melihat Badan Dewi yang terbujur kaku, dengan darah yang mememuhi lantai.
Rara : Dewi udh mati(mengecek denyut nadi dewi (menangis).
Adam : Cepat kita hrus cepattt kluar dri sini.
Mereka berlari menuju pintu depan dan saat pintu itu terbuka angin meniupnya sngt kencang membuat pintu itu kembali tertutup.
Rara : Ini terkunci (mencoba membuka pintu).
Guntur : Nggk mungkin jelas2 kuncinya sm Lu.
Rara : Gue nggk bhong gue srius ini terkunci (Keringat dingin memenuhi Wajahnya).
Adam : Kita kembali ke gudangg cepat!
Wanita Berwajah pucat berambut panjang Itu kmbali Berdiri di dpn pintu Tertawa Keras menatap Rara, Adam, Intan, juga Guntur bersamaan dengan Darah yng terus mengalir dri kelopak matanya.
Guntur : kita hrus cepat!
Mereka pun berlari Menuju Gudang Setelah mereka Masuk Merekan mengunci Pintu tersebut.
Adam : Mungkin wanita itu Yg Bunuh Dewi dan Raja (Melihat sekeliling gudang).
Rara : Tapi Kita salah apa? (Terbata2).
Tiba2 intan sadar dri pingsan nya Tapi Tidak Ada Bola Hitam Di Matanya.
Guntur, Adam, Rara Berusaha menjauh drinya Intan Berdiri Dan Mencekik Guntur,Dia Menghempaskan Guntur ke Tembokk Dan Darah Keluar dari Mulut Guntur, Intan Kembali Mencekiknya Sampai Guntur tak Bernyawa. dan intan Kembali Pingsan.
Rara : bangun tan bangun (Menangis).
Intan membuka matanya perlahan.
Intan : Gue dimana?
Adam : lu tadi Pingsan Dan Kerasukan Dan Lu Bunuh Guntur tan (Menatap intan).
Intan : Guntur?.
Intan Memandang Tubuh Guntur yang Sudah Tak Bernyawa.
Intan : Maafin Gue Tur, Gue nggk Sadar Maaffin guee (Menangiss).
Angin kembali bertiup dan membuat sebuah bingkai foto jatuh tepat di hadapan intan,Intan mengambil bingkai foto itu dan melihat foto itu.
Intan : Inikan om hendra, Tapi Wanita ini siapa? (melihat foto itu).
Rara : Lu liht apaan tan? (Menghampiri intan).
Intan : ini foto om hendra (memandang Rara).
Adam : Ini istrinya om hendra? (Menunjuk wanita pada foto itu).
Intan : Bukan Istri nya Om hendra itu tante Linda, Ini Bukn Tante Linda.
Rara : Eh lihat ni ada tulisan (Menunjuk tulisan Itu).
Intan : Hendra dan Darah? (Membaca tulisan itu).
Belum Juga sedetik setelah Intan Membaca Tulisan Itu Bdan Nya Bergetar Kencang Bola Mata Nya menghilang Tapi Kali ini dia tidak berdiri dan melakukan apapun tubuhnya hanya bergetar, di dalam keadaan seperti itu dia melihat Om hendra Sedang Berbicara dengan Gadis Yang Sangat cantik Di dpn pintu Villa ini.
Intan mengenali wanita itu persis sperti di foto yg ia lihat ya dia Darah.
Darah : Kamu Hrs menikahi Aku (Memegang tangan om hendra).
Om Hendra : Ibuku sudah menjodohkn ku,dan aku tidak akan tinggal di sini (melepas pegangan tangan Darah).
Darah : Tapi Hen, Aku Hamil dan ini anak kamu (meneteskan Airmata).
Om Hendra : Ayo kita bicara di dalam tidak enak kalau di lihat orang (menarik tangan darah).
Dan merekapun duduk dalam sebuah kamar yg skrg sudah di jdikan Gudang Oleh om hendra.
Darah : Kamu akan nikahhin aku kan hen? (menangis).
Om Hendra : Aku nggk bisa Nolak permintaan mama aku, Aku akan kasih kamu uang buat gugurin kandungan kamu.
Darah : Nggak hen,aku nggk mau ini darah daging kita aku akan bilng ke ibu kamu klau aku sudah hamil ank kamu jdi kmu akan di nikahkn sm aku.
Om hendra : tutup mulutmu brengsek, jngn menyadu apa2 kepda ibuku (menampar darah).
Setelah tertampar, Darah Terbaring d kasur dan Om Hendra Menutup wajahnya dengan Bantal Gadis cantik itu terus meronta-ronta smpai badannya tak lagi bergerak iya dia sudah tak bernyawa.
Om Hendra : Aku tak sudi menikah denganmu Kampungn!
Om hendra menyeret jenazah Darah dan membawanya ke Belakang Villa Dia Menggali Tanah Dan Memasukkan Darah Kedalam Tanah dan Menguburnya Tanpa Rasa bersalah Sdikitpunn.
Rara : Tan...tan..lu kenapa? (Menangis).
Akhirnya intan kembali normal dia terdiam dan meneteskan air mata.. sekarang intan tau siapa wanita yang membunuh teman2nya dia adalah darah..
Intan : Cepat kita harus ke belkang Villa cepatt!
Mereka berlari ke hutan belakang villa.
Intan : Ini Kuburan darahh...Cepat Bongkar kita harus menguburkn nya Dengan layakk.
Ditengah penggaliann. Darah Terbang Memutari mereka dan tertawa, Bersamaan dengan terpentalnya Rara ke pohon. Adam dan Intan Mnghentikan galiannya dan berlari menuju Rara.
Rara : Cepat kalian hrus selesaikan smuanyaa (Terbata2)
Intan : Kita Kerumh Bu asih saja skrg cpt.
Mereka berlari dan membopong Rara, Tiba2 Ada Sebuah Tangan Yang Menarik Rara Jauh Masuk Kedalam Hutan Belakang Villa.
Intan : Rara...(Menangis).
Adam : Ayo tan cpt kita hrus minta pertolongan kerumh bu asih.
Mereka berlari dalm ketakuttan stengah mati,akhirnya mereka smpai di dpn rumah bu asih tanpa pikir panjang mereka mengetuk dan memanggil bu asih, Bu asih yang mendngr nya langsung membuka pintunya.
Bu asih : Ada apa neng, Mlm2 gini? ayo silahkan masukk.
Tak ada jawaban saat bu asih bertanya mereka hanya duduk dan meminum air putih yg di hidangkn bu asih.
Adam : Bu asih tinggal sendiri?
Bu Asih : Smejak Suami sya meninggal sya tinggal bersma Anak saya, Tapi semenjak 5 tahun yang lalu anak sya menghilang dan smpai skrg tidak di temukan (menunduk). Itu anak saya (Menunjuk foto wanita cantik dalam sebuah bingkai).
Intan : Itu anak bu asih? Itu darah? (Terbata2).
Bu asih : Itu anak sya neng,anak saya satunya2 dri mana neng kenal dia?
Adam : Itu kan wanita yang ada di foto bersama om hendra.
Bu asih : Pak Hendra Pemilik Villa Itu? apa maksud kalian?
Intan : Om hendra yang udh bunuh darah bu, Dan dia mengubur jenazah nya di belakng villa, Om Hendra ngelakuin ini smua karna Darah Hamil Anak Om Hendra.
Bu Asih : Darah.....(Menangis).
Adam : Lu tau dri mna Tan? (Memandang Intan).
Intan : nanti gue Ceritaiin (Memandang Adam) Ayo bu kita harus menggali Jenazah Darah (Berdiri).
Mereka bertiga pun kembali ke Belakang Villa Dan Melihat Tubuh Rara yang sudah tak bernyawa.
Mereka pun segera menggali Tanah Tempt Darah di kubur.dan tiba2 Darah muncul di Belakang Adam dan Mencekik adamm.
Intan : Adamm...(Menangis).
Bu Asih : sudah cukup nak mereka tidak bersalah Hanya Hendra yng berslah nak (Menangis).
Darah : Aku puas bu aku sudah membunuh Hendra beserta Istrinya (Suaranya perlhan2 Terdengar Serak).
Berarti yang membunuh om hendra dan juga istrinya bukan perampok tapi Darah pikir intan dalam hati
Bu Asih : Sudah nak, Hentikan Ibu akan Menguburmu dengan Layak Dan dendam mu Juga sudah Terbalas pergilah nak Ini bukan disini tempatmu.(Meneteskan air mata).
Darah pun melepaskn tangannya pada leher adam dan dia Menangis dan Kemudiann perlahan menghilangg...
Keesokkan paginya...
Polisi datang untuk mengevakuasi Jenzah Rara, Dewi, Bagas, Dan Juga Raja.
Smntra Itu Bu Asih,Intan Dan juga Adam Berada di Pemakaman Darah Dan Menguburknnya dengan Layak.
Intan : Guys, Indah bangetkan Pemandangannya?(Turun dari Mobil)
Rara : Iya Tann indah bangett (Menikmati Udara segar)
Dewi : Indah Sih Indah Lu Nggk Liat Ni Kotor Banget Kya Nggk Pernh Di Bersihinn (Melihatt Sekeliling Villa).
Adam : Yaelah wi nanti kan Kita bisa bersihin sama2 (Melirik dewi).
Intan : Nggk perlu kita bersihin sbntr lagi juga bkln ada bu asih yg tinggal dkt sini,dia udh dibyar bokap gue buat Bersihin ni villa sm Masak buat kita selama seminggu disini (Menarik kopernyaa) Ayo masuk (Membuka Pintu).
Raja : Gila luas banget ni Villa syg bnget kalau nggk di sewain (Melihat Skitar dlam Villa).
Intan : Dari sebelum menikah Om Hendra Nggk Pernh Mau Nyewain. Trakhir ni Villa cuman Dipakek Om hendra sm Istrinya pas bulan madu mereka, Namun Naasnya Ada perampok datang kesini dan Membunuh mereka (Membuka Pintu Kamar), Yang Cwek Tidur di sini ya Yang Cwok Tidur di Kamar belakang (Menunjuk sebuah kamar).
Rara : Di Bunuh disini? ih gue jadi ngeri..(Melirik kirikanan).
Intan : Tenang aja Itu Udh Lama Banget Waktu Gue Kelas 6 sd.
Raja : Nggk ada kmar khusus gitu buat gue sm Dewi,Tan?(Tertawa).
Rara : Apaan sih lu ja mesum aja otak lu(Melirik raja)
Dewi Dan Raja memang sudah lama berpacaran.
Intan : Jngan2 macem2 ya ja?(Melirik Raja).
Dewi : Selow aja tan, Raja Cumn Bercanda Kokk (Sdikit tertawa).
Mereka kemudian masuk kekamar Yg sudh di jelaskn oleh intan, Stelah mengemasi pakaian mereka Masing2 mereka kluar kmar dan menuju meja makan.
Intan : Bu asih ya? (Duduk di kursi meja makan).
Bu asih : iya neng,mkan malam nya udh saya siappin dan Daun2 di teras udh juga sya bersihin, klau bgitu sya pamit pulng dulu ya neng (meninggalkn meja makan).
Adam : Tunggu Bu, knapa Nggk Nginep di sini aja?(Menghentikan langkah bu asih).
Bu asih : Tidak, ini sudah jdi kesepakattan sya dengan Ayah neng intan, Bsok pagi sya kmbali kesini untk menyiapkan sarapan kaliann permisii (berjalan keluar pintu).
Mereka pun bergegas makan malam,stelah menghabisi makanan di meja makan mereka kembali msuk ke kamar mereka.
Suasana di sana membuat mereka tertidur nyenyak,kecuali Intan Yang sedari tadi menahan Pipisnyaa.
Intan : Wi..wi..Bangun Temennin Gue pipis yukk,gue kebeletni(membangunkan dewi).
Dewi : apaan sih tan gue ngantuk ni,noh sm Rara aja (Melanjutkn tidurnya).
Intan : Ra..Ra temenin gue pipis yukk (Membangunkan Rara)
Tak ada jawaban dari Rara Nyenyak bnget ni anak keluh intan dalam hati.
Intan pun memutuskan untuk ke toilet sndirian, saat di dalam toilet dia merasakan hawa yang berbeda seperti ada yang mengawasinya,dlm keheningan tiba2 pintu toilet di ketuk oleh seseorang.
Intan : Siapa?
Tak ada jwaban tapi suara ketukan itu semakin keras.
Intan : Siapa? Jngn bercanda ya, ini Nggk lucu sumpah!(kesal)
Kembali tak ada jawaban, Suara ketukan itu semakin keras semakin kuat membuat pintu itu terbuka,dan Intan pun melangkah keluar toilet
Intan : Sumpah Ini nggk lucu! Gue kgak takut! Bercandaan kalian nggk lucu! (Intan berteriak)
Tiba2 intan melihat sekelibat bayangan wanita lewat di smpingnya menuju ruang tamu.
Intan : Siapa? (Dia mengejar wanita itu)
Intan melihat semua sisi yang ada du ruang tamu Nmun nihil tak ada siapapun di ruangitu. Dengan Bergegas dia kembali ke kamarnya.
Dia hanya melihat Rara yg tertidur pulas tapi tak ada Dewi di sana, kemana dewi? ini mnjadi tnda tanya besar bgi Intan,dan dia pun segera membangunkan Rara.
Intan : Ra..Ra..Ra..bangunn Dewi kmna?
Rara : palingan ke toilett (Mata yang masih terpejam)
Intan : Gue yng dri toilett mna ada Dewi
Mendengr ucapan intan Rara Langsung Bangkit duduk
Rara : Kemana Dewi? (Menatap intan bingung)
Intan : Udahh ayo kita cari..(Menarik tangan Rara).
Mereka pun bergegas ke kamar Cwokk dan mengetuk pintunyaa tapi pintu itu tidak terkunci mereka melihat ke dalam ternyata tidak ada siapapun.
Intan : Kemana Adam, Raja dan Guntur (Gelisah).
Intan dan Rara Memandang ke arah Pintu dpn Yang Terbuka Ternya di sana Ada Guntur dan Adam.
Guntur : Kalian Ngapain disini? (Memandang Intan Dan Rara)
Rara : Seharusnya kami yang nanya kalian ngapain disini
Guntur : Raja...Raja Nggk ada di kamarnyaa
Intan : Dewi Juga Nggak ada di kamarnyaa..
Guntur : Jangan-jangan mereka...???????
Guntur tak melanjutkn Perkataannyaa, Karena Tiba2 mendengar Suara Seorang Wanita Yang sedang Tertawa.
Guntur : Kalian denger?
Rara : Iya gue denger
Intan : Gue juga
Adam : Suaranya Berasal Dari Gudang,Ayo kita lihat.
Mereka berjalan menuju Gudang,Saat Membuka Pintu Gudang Suara Tertawa Itu Berhenti,Mereka hanya saling memandang dan membuka pintu Itu.
Mereka Kaget bukn kepalang Saat Melihat Raja yg tergeletak di Lantai dengn tubuh penuh dengan darah dengn kondisi perut yang terkoyak.
Intan : lu knapa ja? (Duduk di sebelah Raja).
Raja : Kalian Harus Pulang Suaranya Terbata-bata).
Intan : Kenapa?Siapa yang bkin lu bgini?(Menahan air mata)
Tak sempat menjawab pertanyaan Intan Raja Menghembuskan Nafas Terakhirnya, Tiba2 terdengar Suara Tawa Wanita yang bgitu Kencangg Suara itu terdengar seolahh2 gembira.
Guntuh : Suara itu dari Depan.
Guntur berlari ke pintu depan, Diikuti Rara Yang Berlari di Mengikutinyaa Mereka Meninggalkn Adam Dan Intan Yang Berada di Gudang.
Guntur Membuka pintu dan Ketika Ia Membuka Pintu Dewi Menyerangnya Dengan Kapak Yang di pegangnya Untungnya Guntur berhasil Menghindar Guntur Kembali Masuk kedalam dan mengunci pintu Depan Rara dan Guntur kembali Ke Gudang.
Rara : Gue Nggk Nyangka Banget Dewi Nyerang Guntur Dengan Kapak Dan Jangan2 dia juga yang bunuh Raja (Terbata2).
Adam : Nggk Mungkin Dewi Sayang Banget sm Raja.
IGuntur : itu Bukn Dewi, Dia seperti kerasukan Gue lihat mata Nya Sama sekali Nggk ada mata hitam (Mengunci Pintu gudang).
Intan : Jdi Kita Hrus Gmana (Menangis).
Rara : Kita pulang aja (Ikut menangis).
Intan: Gimna? apa kita pulang Gue udh bilng sm Supir gue buat jmput kita minggu depn (terbata2)
Adam : Gimana kalau kita ke rumah Bu asih saja.
Intan, Rara dan Guntur menggangguk tandanya Menyetujui Ucapan Adam,Saat Mereka Bergegas Berdiri, Jendela Gudang Terbuka dengan Sendirinya dan Seorang wanita Berambut panjang, Berwajah Pucat Dengan Darah Yang Mengalir Di Dua Bola Kelopak Matanya.
Wanita itu tertawa kencang membuat jendela terbuka tertutup secara berulang.
Intan yang melihat pemandangan seperti itu Tak Mampu menahan diri dan Pingsan.Bersamaan dengan Hilangnya wanita tersebut. Adam Dan Guntur membopong Badan intan dan saat mereka membuka pintu merekan melihat Badan Dewi yang terbujur kaku, dengan darah yang mememuhi lantai.
Rara : Dewi udh mati(mengecek denyut nadi dewi (menangis).
Adam : Cepat kita hrus cepattt kluar dri sini.
Mereka berlari menuju pintu depan dan saat pintu itu terbuka angin meniupnya sngt kencang membuat pintu itu kembali tertutup.
Rara : Ini terkunci (mencoba membuka pintu).
Guntur : Nggk mungkin jelas2 kuncinya sm Lu.
Rara : Gue nggk bhong gue srius ini terkunci (Keringat dingin memenuhi Wajahnya).
Adam : Kita kembali ke gudangg cepat!
Wanita Berwajah pucat berambut panjang Itu kmbali Berdiri di dpn pintu Tertawa Keras menatap Rara, Adam, Intan, juga Guntur bersamaan dengan Darah yng terus mengalir dri kelopak matanya.
Guntur : kita hrus cepat!
Mereka pun berlari Menuju Gudang Setelah mereka Masuk Merekan mengunci Pintu tersebut.
Adam : Mungkin wanita itu Yg Bunuh Dewi dan Raja (Melihat sekeliling gudang).
Rara : Tapi Kita salah apa? (Terbata2).
Tiba2 intan sadar dri pingsan nya Tapi Tidak Ada Bola Hitam Di Matanya.
Guntur, Adam, Rara Berusaha menjauh drinya Intan Berdiri Dan Mencekik Guntur,Dia Menghempaskan Guntur ke Tembokk Dan Darah Keluar dari Mulut Guntur, Intan Kembali Mencekiknya Sampai Guntur tak Bernyawa. dan intan Kembali Pingsan.
Rara : bangun tan bangun (Menangis).
Intan membuka matanya perlahan.
Intan : Gue dimana?
Adam : lu tadi Pingsan Dan Kerasukan Dan Lu Bunuh Guntur tan (Menatap intan).
Intan : Guntur?.
Intan Memandang Tubuh Guntur yang Sudah Tak Bernyawa.
Intan : Maafin Gue Tur, Gue nggk Sadar Maaffin guee (Menangiss).
Angin kembali bertiup dan membuat sebuah bingkai foto jatuh tepat di hadapan intan,Intan mengambil bingkai foto itu dan melihat foto itu.
Intan : Inikan om hendra, Tapi Wanita ini siapa? (melihat foto itu).
Rara : Lu liht apaan tan? (Menghampiri intan).
Intan : ini foto om hendra (memandang Rara).
Adam : Ini istrinya om hendra? (Menunjuk wanita pada foto itu).
Intan : Bukan Istri nya Om hendra itu tante Linda, Ini Bukn Tante Linda.
Rara : Eh lihat ni ada tulisan (Menunjuk tulisan Itu).
Intan : Hendra dan Darah? (Membaca tulisan itu).
Belum Juga sedetik setelah Intan Membaca Tulisan Itu Bdan Nya Bergetar Kencang Bola Mata Nya menghilang Tapi Kali ini dia tidak berdiri dan melakukan apapun tubuhnya hanya bergetar, di dalam keadaan seperti itu dia melihat Om hendra Sedang Berbicara dengan Gadis Yang Sangat cantik Di dpn pintu Villa ini.
Intan mengenali wanita itu persis sperti di foto yg ia lihat ya dia Darah.
Darah : Kamu Hrs menikahi Aku (Memegang tangan om hendra).
Om Hendra : Ibuku sudah menjodohkn ku,dan aku tidak akan tinggal di sini (melepas pegangan tangan Darah).
Darah : Tapi Hen, Aku Hamil dan ini anak kamu (meneteskan Airmata).
Om Hendra : Ayo kita bicara di dalam tidak enak kalau di lihat orang (menarik tangan darah).
Dan merekapun duduk dalam sebuah kamar yg skrg sudah di jdikan Gudang Oleh om hendra.
Darah : Kamu akan nikahhin aku kan hen? (menangis).
Om Hendra : Aku nggk bisa Nolak permintaan mama aku, Aku akan kasih kamu uang buat gugurin kandungan kamu.
Darah : Nggak hen,aku nggk mau ini darah daging kita aku akan bilng ke ibu kamu klau aku sudah hamil ank kamu jdi kmu akan di nikahkn sm aku.
Om hendra : tutup mulutmu brengsek, jngn menyadu apa2 kepda ibuku (menampar darah).
Setelah tertampar, Darah Terbaring d kasur dan Om Hendra Menutup wajahnya dengan Bantal Gadis cantik itu terus meronta-ronta smpai badannya tak lagi bergerak iya dia sudah tak bernyawa.
Om Hendra : Aku tak sudi menikah denganmu Kampungn!
Om hendra menyeret jenazah Darah dan membawanya ke Belakang Villa Dia Menggali Tanah Dan Memasukkan Darah Kedalam Tanah dan Menguburnya Tanpa Rasa bersalah Sdikitpunn.
Rara : Tan...tan..lu kenapa? (Menangis).
Akhirnya intan kembali normal dia terdiam dan meneteskan air mata.. sekarang intan tau siapa wanita yang membunuh teman2nya dia adalah darah..
Intan : Cepat kita harus ke belkang Villa cepatt!
Mereka berlari ke hutan belakang villa.
Intan : Ini Kuburan darahh...Cepat Bongkar kita harus menguburkn nya Dengan layakk.
Ditengah penggaliann. Darah Terbang Memutari mereka dan tertawa, Bersamaan dengan terpentalnya Rara ke pohon. Adam dan Intan Mnghentikan galiannya dan berlari menuju Rara.
Rara : Cepat kalian hrus selesaikan smuanyaa (Terbata2)
Intan : Kita Kerumh Bu asih saja skrg cpt.
Mereka berlari dan membopong Rara, Tiba2 Ada Sebuah Tangan Yang Menarik Rara Jauh Masuk Kedalam Hutan Belakang Villa.
Intan : Rara...(Menangis).
Adam : Ayo tan cpt kita hrus minta pertolongan kerumh bu asih.
Mereka berlari dalm ketakuttan stengah mati,akhirnya mereka smpai di dpn rumah bu asih tanpa pikir panjang mereka mengetuk dan memanggil bu asih, Bu asih yang mendngr nya langsung membuka pintunya.
Bu asih : Ada apa neng, Mlm2 gini? ayo silahkan masukk.
Tak ada jawaban saat bu asih bertanya mereka hanya duduk dan meminum air putih yg di hidangkn bu asih.
Adam : Bu asih tinggal sendiri?
Bu Asih : Smejak Suami sya meninggal sya tinggal bersma Anak saya, Tapi semenjak 5 tahun yang lalu anak sya menghilang dan smpai skrg tidak di temukan (menunduk). Itu anak saya (Menunjuk foto wanita cantik dalam sebuah bingkai).
Intan : Itu anak bu asih? Itu darah? (Terbata2).
Bu asih : Itu anak sya neng,anak saya satunya2 dri mana neng kenal dia?
Adam : Itu kan wanita yang ada di foto bersama om hendra.
Bu asih : Pak Hendra Pemilik Villa Itu? apa maksud kalian?
Intan : Om hendra yang udh bunuh darah bu, Dan dia mengubur jenazah nya di belakng villa, Om Hendra ngelakuin ini smua karna Darah Hamil Anak Om Hendra.
Bu Asih : Darah.....(Menangis).
Adam : Lu tau dri mna Tan? (Memandang Intan).
Intan : nanti gue Ceritaiin (Memandang Adam) Ayo bu kita harus menggali Jenazah Darah (Berdiri).
Mereka bertiga pun kembali ke Belakang Villa Dan Melihat Tubuh Rara yang sudah tak bernyawa.
Mereka pun segera menggali Tanah Tempt Darah di kubur.dan tiba2 Darah muncul di Belakang Adam dan Mencekik adamm.
Intan : Adamm...(Menangis).
Bu Asih : sudah cukup nak mereka tidak bersalah Hanya Hendra yng berslah nak (Menangis).
Darah : Aku puas bu aku sudah membunuh Hendra beserta Istrinya (Suaranya perlhan2 Terdengar Serak).
Berarti yang membunuh om hendra dan juga istrinya bukan perampok tapi Darah pikir intan dalam hati
Bu Asih : Sudah nak, Hentikan Ibu akan Menguburmu dengan Layak Dan dendam mu Juga sudah Terbalas pergilah nak Ini bukan disini tempatmu.(Meneteskan air mata).
Darah pun melepaskn tangannya pada leher adam dan dia Menangis dan Kemudiann perlahan menghilangg...
Keesokkan paginya...
Polisi datang untuk mengevakuasi Jenzah Rara, Dewi, Bagas, Dan Juga Raja.
Smntra Itu Bu Asih,Intan Dan juga Adam Berada di Pemakaman Darah Dan Menguburknnya dengan Layak.
Tamat
Cerita Misteri : Dendam
4/
5
Oleh
CERITA HANTU
