Penikmat Darah Part 6-Hahaha... ya tentu saja mereka cepat menemukannya. Karna aku sengaja menggantungnya dipagar rumah Rina. Dan itu kulakukan ditengah malam.
Beruntungnya tidak ada yang melihatku pada saat itu, begitu juga satpam yang berjaga dirumah Rina. Makanya aku aman dan tidak ada yang curiga padaku. Dan sepertinya juga mahasiswa disini tidak ada yang melihatku pulang dengan Rina.
Joni : Dio, kamu sudah tau kejadian yang menimpa Rina?
Dio : sudah.
Joni : gak nyangka ya, kematiannya begitu tragis.
Dio : sudah na'asnya seperti ini.
Joni : iya sich... tapi ngomong-ngomong anggota tubuhnya yang lain kemana ya? kenapa hanya potongan kepala dan sepatunya saja yang ditemukan. dan itu nampaknya disengaja oleh pelakunya. benar-benar kejam!! dan aku yakin pelakunya pasti mengenal Rina makanya dia tau alamat rumahnya.
Dio : sudah.
Joni : gak nyangka ya, kematiannya begitu tragis.
Dio : sudah na'asnya seperti ini.
Joni : iya sich... tapi ngomong-ngomong anggota tubuhnya yang lain kemana ya? kenapa hanya potongan kepala dan sepatunya saja yang ditemukan. dan itu nampaknya disengaja oleh pelakunya. benar-benar kejam!! dan aku yakin pelakunya pasti mengenal Rina makanya dia tau alamat rumahnya.
Hahaha... ya jelas saja aku tau alamatnya. Soalnya waktu itu aku dan Rina pernah satu kelompok dalam membuat makalah. Dan itu kami kerjakan bersama dirumah Rina.
Dio : ya mungkin saja.
Joni : ahh... sekarang sudah tidak ada lagi kembang kampus disini. hmm aku benar-benar merasa kehilangan.
Joni : ahh... sekarang sudah tidak ada lagi kembang kampus disini. hmm aku benar-benar merasa kehilangan.
Bersambung...
Penikmat Darah Part 6
4/
5
Oleh
CERITA HANTU
