Penikmat Darah Part 5

Penikmat Darah Part 5-Lalu kuhisap dan kujilat  darah yang mengalir itu. Huuu... lagi-lagi sangat nikmat. Lalu tanpa pikir panjang kutusukkan ujung pisau itu ke mata kirinya. Dan sontak dia berteriak kesakitan. Kutusuk-tusuk mata itu berulangkali hingga hancur tak berbentuk dan mengeluarkan cairan merah bercampur lendiran. Sangat menjijikkan bagimu bukan? tapi tidak dengan aku. Aku malah menyukainya. Hahaha...

Kuhentikan tusukanku dan aku mulai menghisap dan menjilatinya. Hmmm yang ini paling nikmat. Kulihat Rina sudah tak bernapas. Ah begitu cepat dia pergi, padahal ini baru permulaan. Tapi tak apalah yang penting aku puas malam ini. Hahaha... aku sungguh sadis bukan??
Penikmat Darah Part 5
Hal yang sama kulakukan pada mata kanannya. Kutusuk-tusuk berulangkali lalu kuhisap dan kujilat cairan merah yang keluar dari mata itu. Huuu... malam ini aku akan benar-benar puas.

Kusentuh bibirnya dengan lembut. Hmmm sepertinya cairan merah yang ada disini tampaknya menggairahkan. Aku pun langsung mengiris pelan bibir atas Rina. Yaa seketika darah keluar dengan deras. Uuhhh... apakah rasanya sakit sekali sayang? sabar sayang ini takkan lama. Bahkan sekarang dirimu terlihat lebih cantik. Hahaha... dan aku mulai menghisap dan menjilatinya seperti binatang buas yang kelaparan bahkan kurasa lebih dari sekedar binatang buas. Huuu... benar-benar menggairahkan darah ini.

Setelah puas dengan bibir atas, aku lanjutkan mengiris pelan bibir bagian bawah. Hahaha... seperti biasa aku pun menghisap dan menjilati kembali.

Kemudian setelah itu kubuka busana yang menempel di tubuhnya. Huuu... benar-benar tubuh yang sangat indah. Seharusnya aku menggunakan kesempatan ini untuk memenuhi syahwatku bukan?? hahaha... hey aku bukan lelaki seperti ini! aku hanya akan melakukan itu pada pasanganku kelak. Hahaha...

Tanpa pikir panjang aku langsung memotong kedua tangannya, lalu kedua kaki dan kepalanya. Dan terakhir kusayat kedua payudaranya. Seketika itu pun darah menggenang dilantai, dan aku sudah seperti bermandikan darah. Sangat mengerikan bukan jika dibayangkan?? Sekarang tidak ada lagi yang namanya "Rina Kembang Kampus". Yang ada sekarang hanya "Rina Makanan Fego", anjing hitam peliharaanku. Hahaha... anjingku akan puas dengan semua daging ini. Hahaha...
Suasana kampus terlihat hening. Dan aku melihat ada polisi yang sedang meminta keterangan pada beberapa mahasiswa. Ya tentu saja aku tidak terkejut dengan semua ini. Karna memang aku dalang dari semua ini. Tapi kenapa polisi begitu cepat menemukan kantong plastik hitam yang berisi potongan kepala dan sepatu Rina?

Bersambung...

Related Posts

Penikmat Darah Part 5
4/ 5
Oleh