Di Kerjai Dan Diganggu Gendruwo Di Jalan

Di Kerjai Gendruwo-Umur saya sekarang hampir 55 tahun, saat saya bercerita tentang pengalaman saya ini dengan saudara saya Rossy Bm Ogotan. Saya tinggal di Durenan, Trenggalek, Jawa Timur. Cerita ini sebenrnya dialami oleh Alm. Nenek saya sekitar tahun 70-80an. Saat itu nenek saya sehabis subuh pasti langsung bersiap-siap untuk berangkat berjualan ke Pasar Bandung, Tulungagung. Nenek saya berangkat ke Pasar pagi sekali dan perjalanan di tempuh dengan berjalan kaki. Pada saat itu jalan Durenan-Bandung belum sebagus dan seramai sekarang, dulu rumah-rumah masih jarang yang di pinggir jalan tidak seperti sekarang.
Di Kerjai Dan Diganggu Gendruwo Di Jalan

Oh iya, nenek saya berjualan di pasar Bandung, berjualan sayur dan bumbu rempah. Biasanya setelah berjualan sayur dan rempah pasti membawa pulang dagangan lain seperti gula, teh, mie, dan kebutuhan warung yang dirumah.

Perjalanan Durenan-Bandung lumayan jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki. Kejadian yang dialami nenek saya tepat disekitar perbatasan Durenan-Bandung, tepat desa Bulus dan Wadang. Dulu diperbatasan desa itu ada pohon besar di pinggir jalan tepat disaat ini berdiri rumah yang dipinggir sawah.

Saat nenek saya melewati pohon besar itu, tiba-tiba nenek mendengar suara kokok ayam jantan, kukuruyuk...Kukuruyuk...Kukuruyuk... nenek menoleh ke pohon dan muter-muter mencari keberadaan ayam tersebut, ternyata nenek menemukan ayam jantan yang besar dan bersih. Nenek tanpa rasa curiga berguman, pitek e sopo yo iki kok ono neng kene?. paling wek e wong kono (Ayam nya siapa ya kokada disini?. Mungkin punya orang diperkampungan itu). Akhirnya nenek menaruh ayam di rinjingnya dan ingin mengembalikan ayam tersebut kepada orang kampung yang sekarang dekat dengan sekolahan SD dan Lapangan Bola tepatnya Desa Gandong.

Baru juga nenek berjalan sebelum sampai perkampungan merasa ada yang aneh. Rinjing yang disi ayam yang digendongnya semakin lama semakin berat, akhirnya nenek berusaha melihat ke belakang. Belum sempat ke nengok ke Belakang tiba-tiba ada suara yang bilang “Wuih enak e, di Gendong”. Begitu nenek melihat alangkah kagetnya ada makluk berbulu lebat dan item tinggi besar. Tanpa pikir panjang nenek langsung membuang kedua tas yang dia bawa dan rinjingnya langsung lari terbirit-birit masuk kampung sambil ngos-ngos an dan mengetuk pintu rumah warga. Begitu dibuka langsung pingsan nenekku.

Saat sadar, nenek bercerita mengenai apa yang terjadi kepada warga. Setelah kejadian itu nenek trauma pergi ke pasar. Kalau pun mau ke pasar pasti di antar atau berangkat pagi-pagi naik angkot. Sampai saat ini kadang suka merinding kalau lewat perbatasan itu,walau sekarang pohon besar itu tidak ada lagi karena penerangannya sangat minim walau sekarang sudah banyak pemukiman di Desa Wadang.

By Rossy Bm Ogotan Di facebook

Related Posts

Di Kerjai Dan Diganggu Gendruwo Di Jalan
4/ 5
Oleh