Penikmat Darah Part 7-2

Tubuh yang tak berdaya itu kini kududukkan disebuah kursi di dalam gudang dengan tangan dan kaki yang terikat pada kursi itu. Lalu kutepuk-tepuk pipi gadis itu untuk membuatnya siuman dari pingsannya.

Dio : hey sadarlah (sambil menepuk-nepuk pipi gadis itu).

Tak berapa lama Vira pun tersadar dengan wajah yang sangat ketakutan dan pucat seperti melihat hantu yang menyeramkan.

Dio : apa kamu begitu takut? (tersenyum sinis)
Vira : dasar psikopat!! tempatmu di neraka!!

Kulayangkan tamparan kepipinya, "Paakk..."

Dio : hahaha... bukankah dirimu sangat menyukaiku?

"Cuiihh!!" cairan dari mulut mendarat di wajahku.

Dio : kamu meludahiku? ah dasar berengsek! (sambil menyingkirkan ludah yang ada di wajah).

Terlihat Vira berusaha melepaskan diri dari ikatan itu.

Vira : kamu memang tidak punya hati dan perasaan Dio!! tolong lepaskan!! aku ingin pulang!! (menangis).
Dio : hahaha... jangan harap aku akan melepaskanmu! hari ini kamu akan jadi mangsa keduaku. hahaha...
Vira : apa maksudmu keparat!! (menatap dengan penuh kebencian).
Dio : jangan emosi sayang... nanti juga kamu akan tau (membelai lembut dan gadis itu) hahaha...
Vira : lepaskan aku keparat!! (menangis sejadi-jadinya).
Dio : hahaha...
Penikmat Darah Part 7-2
Kemudian aku keluar dari gudang itu dan berjalan menuju ruang penyimpanan alat-alat medis yang ada dirumahku. Oh ya aku lupa memberitahu bahwa mamaku adalah seorang dokter. Jadi dirumahku ini ada ruangan spesial penyimpanan alat-alat medis. Dan aku sudah cukup paham semua kegunaan dari alat-alat medis itu. Apa kalian tau alat medis apa yang akan kuambil? yah, aku akan mengambil sebuah alat penyedot darah berukuran cukup besar berbentuk seperti jarum suntik. Dan tak lupa kuambil botol untuk menampung darahnya.
Tibalah aku di dalam gudang dan melihat Vira masih saja berusaha melepaskan diri dari ikatan itu.

Dio : bisa kita mulai sayang? (tersenyum kecut).

Mata gadis itu menatap tajam pada alat penyedot itu dan sebuah botol yang kubawa dengan ekspresi yang begitu tegang.

Vira : apa yang akan kamu lakukan??

Tanpa banyak bicara aku mulai bermain dengan alat itu. Lalu kusuntikkan alat itu dibagian lengan gadis itu dan tersedotlah darah gadis itu. Dia berteriak diiringi isak tangis. Kemudian kumasukkan darah itu kedalam botol.

Vira : hentikan!! sakit bodoh!!
Dio : hahaha... ah dasar payah! baru begini saja kamu sudah kesakitan.
Vira : tolong...tolong...tolong aku!!
Dio : hahaha... berteriaklah sepuasmu sayang.
Vira : manusia terkutuk kamu!!

Sekali lagi kulayangkan tamparan kepipi gadis itu, "Paakk!"

Dio : dasar gadis cerewet!

Vira menjerit-jerit sambil menangis serta meronta-ronta berusaha melepaskan diri. Lalu kujambak rambutnya sekuat mungkin dan kusuntikkan alat penyedot itu ke pipinya. Dia berusaha menghindar namun tak berhasil karna jambakanku sangat kuat. Tersedotlah kembali darah ke dalam alat itu. Kemudian darah itu kumasukkan kembali ke dalam botol.

Dio : lihat botolnya sudah penuh. hahaha... ini akan menjadi wine malamku.

Vira yang sudah terlihat lemas tak mampu berkata apa-apa. Dia hanya menangis dan menangis serta wajahnya yang tampak semakin pucat dan tatapannya yang mulai sayu. Kemudian setelah itu kuambil gergaji yang ada di gudang itu. Vira yang melihat itu hanya bisa diam dan pasrah. Karna sekujur tubuhnya sudah sangat tak berdaya. Namun sebelum aku bermain dengan gergaji itu, kupaksa robek baju yang menempel pada tubuh gadis itu. Dan tinggal lah hanya sebuah kut*ng yang menempel di badannya. Gadis itu hanya diam aku melakukan itu, karna dia terlihat sudah sangat-sangat lemas dan tak mampu berteriak ataupun melawanku. Setelah itu kuarahkan gergaji kesamping badannya dan aku mulai menggergajinya. Terlihat darah mulai mengucur. Karna sangat kesakitan Vira pun berteriak dahsyat dan matanya terlihat seperti mau lepas dari sarangnya. Namun itu tak menghentikanku untuk terus menggergaji badannya.

Dan kulihat mulut Vira mengeluarkan banyak darah akibat gesekan benda bergerigi itu. Aku terus dan terus menggergaji badannya hingga terpotong dan usus serta organ dalam tubuhnya terburai keluar. Darah pun mengucur dengan derasnya sehingga wajah dan seluruh tubuhku dibanjiri oleh darah. "Huuu... pemandangan yang sangat menarik dan aroma cairan ini begitu menggairahkan... hahaha". Lalu kujilati darah yang ada di jemari tanganku. "Emmm... darah wanita memang terasa sangat nikmat" gumamku. Seketika itu teriakan Vira sudah tak lagi terdengar dan dia kini sudah terdiam untuk selamanya. Lalu kulepas ikatan yang membelenggu gadis itu. Setelah itu kusibakkan potongan tubuh itu kelantai. Kemudian aku berjalan keluar gudang menuju kandang Fego, anjing hitam kesayanganku lalu membawanya ke dalam gudang. "Lihat Fego, aku sudah menyiapkan santapan daging untukmu" ucapku tertawa puas. Lalu anjing hitamku pun mulai menyantap tubuh gadis itu. "Nikmatilah sepuasmu Fego... hahaha" ucapku. Kemudian aku berjalan meninggalkan Fego di dalam gudang dengan tak lupa membawa botol yang berisi darah gadis itu untuk kumasukkan kedalam freezer. "Huuu... malamku akan ditemani oleh wine ini. Hahaha... pasti akan terasa sangat segar" ucapku senang.

BERSAMBUNG





















Related Posts

Penikmat Darah Part 7-2
4/ 5
Oleh