Penikmat Darah Part 3

Penikmat Darah Part 3-Hmmm setidaknya aku masih punya etika untuk tamu yang akan kumangsa malam ini.

Dio : ini minumnya.
Rina : makasih.

Rina pun langsung meneguk minuman yang kuberikan. Sembari dia minum, kupandangi wajahnya. Ya memang benar-benar sangat cantik. Tapi entah kenapa aku tak ada perasaan terhadapnya. Pasti kalian berpikir aku tidak normal bukan?? ya tentu saja aku normal. Hanya saja dia bukan termasuk tipe gadis yang kuinginkan. Dia membosankan.
Bukankah gadis cantik menurut kalian membosankan? Ya menurutku membosankan.
Rina : kamu kenapa lihatin aku terus?
Dio : ya wajar saja aku lihatin kamu. cewek tercantik dikampus sekarang sedang ada di depanku. Hehehe...
Rina : kamu ini bisa aja.
Kulihat Rina seketika menjadi salah tingkah dan rona pipinya memerah. Dasar cewek mudah sekali terbawa perasaan.
Dio : oh ya kamu mau lihat novelnya sekarang?
Rina : boleh.
Dio : yaudah yuk.

Akupun membawanya menuju kamar adikku tempat dimana novel-novel itu disimpan.

Rina : wah... banyak banget novel adikmu.
Dio : ya kamu bisa ambil yang kamu mau.

Disaat Rina lagi asyik memilih novel dengan posisi membelakangiku, akupun langsung mengambil vas bunga berukuran kecil yang ada dikamar adikku. Dan baarrr... vas bunga itupun kuhantamkan ke kepala Rina hingga dia pingsan dan kepalanya mengeluarkan darah. Uuhh.. cairan merah yang sangat aku gemari. Kudekatkan hidungku ditempat dimana letak darah itu. Kuhirup perlahan... baunya amis tapi aku suka.

Uhhh nikmatnya. Lalu kujilat-jilat darah yang mengalir dibagian telinga dan yang jatuh kelantai, aku terus menjilatinya. Dan aku melihat Rina masih pingsan.
Dan kini Rini sudah berada di dalam gudang. Dengan posisi telentang dan kedua tangan dan kaki terikat. Mangsaku benar-benar lemah sekarang. Tapi kulihat dia sudah siuman.

Rina : apa-apaan ini Dio!!
Dio : tidak usah panik sayang. aku hanya ingin bersenang-senang denganmu  malam ini.
Rina : apa maksudmu? tolong lepaskan aku!

Related Posts

Penikmat Darah Part 3
4/ 5
Oleh