Penikmat Darah Part 2-Tapi untungnya dosen masih mengizinkan aku masuk. Disela mata kuliah berlangsung, pikiranku tidak tertuju pada materi yang dijelaskan. Namun tertuju pada aroma amis yang nikmat yang kurasakan masih tercium di hidungku.
Hmmm bagaimana caranya aku bisa minum darah manusia hari ini. Darah yang kuhirup kali ini lebih nikmat dari sebelumnya. Karna selama ini aku hanya minum darah hewan. Dan memang nikmat juga tapi ada yang lebih nikmat ternyata, yaitu darah manusia.
Tak sengaja mataku tertuju pada sosok gadis yang duduk dikursi pojok depan. Ya dia gadis bernama Rina. Dia sosok gadis yang sangat cantik dan memiliki kulit putih bening. Tinggi dan bentuk badannya pun ideal. Waw sangat sempurna. Tak heran jika dia dijuluki sebagai kembang kampus, artinya wanita tercantik dikampus dan tentu saja dia idola cowok dikampus ini tapi tidak termasuk aku. Ya aku tidak menyukainya hanya mengagumi kecantikannya saja tidak lebih. Dan yaaaa... hasratku terdorong ingin memangsanya.
Tepat jam 17.00 WIB mata kuliah berakhir. Ya memang hari ini jam mata kuliah sangat padat, cukup melelahkan. Aku pun berjalan menuju parkiran. Dan tiba diparkiran aku langsung mengendarai mobilku. Begitu keluar gerbang kampus, aku melihat Rina sedang berdiri seperti menunggu. Akupun langsung memberhentikan mobilku didepannya dan membuka kaca mobilku.
Dio : Rin, ngapain berdiri disitu?
Rina : nunggu taksi.
Dio : lho kamu gak bawa mobil hari ini?
Rina : gak, soalnya mobilku lagi dibengkel.
Rina : nunggu taksi.
Dio : lho kamu gak bawa mobil hari ini?
Rina : gak, soalnya mobilku lagi dibengkel.
Yaaa kebetulan yang sangat tepat. Aku bisa menjalankan aksiku malam ini. Hahaha... mungkin malam ini memang sudah na'asnya.
Dio : oh gitu... kalau kamu mau biar aku antar pulang. Lagian kalau sore gini taksi jarang lewat.
Rina : iya sich... tapi serius gak merepotkan?
Dio : gak kok.. nyantai aja. yok!
Rina : oke dech.
Rina : iya sich... tapi serius gak merepotkan?
Dio : gak kok.. nyantai aja. yok!
Rina : oke dech.
Di dalam mobil terasa begitu hening. Tak ada obrolan yang diutarakan. Sedikit kulirik Rina yang tengah duduk disampingku.
Dio : hobby kamu apa Rin?
Rina : aku suka baca novel.
Rina : aku suka baca novel.
Wah basa-basi pertanyaanku padanya agar suasana tidak hening nampaknya menguntungkan.
Dio : kamu suka baca novel ya. kebetulan adik aku punya banyak koleksi novel.
Rina : serius? wah asyik donk.
Dio : kamu mau novelnya?
Rina : ya mau banget. tapi itukan punya adik kamu.
Dio : adik aku udah meninggal dua tahun yang lalu.
Rina : meninggal karna apa?
Dio : sakit lambung. Ya jadi kalau kamu mau ya gak masalah buat kamu novelnya.
Rina : ya aku mau saja. aku dari dulu memang suka banget baca novel. hitung-hitung buat ngilangin stress.
Dio : oke, ini belum terlalu larut malam. Jadi kalau kamu gak keberatan kita kerumahku dulu ambil novelnya. gimana?
Rina : boleh dech.
Rina : serius? wah asyik donk.
Dio : kamu mau novelnya?
Rina : ya mau banget. tapi itukan punya adik kamu.
Dio : adik aku udah meninggal dua tahun yang lalu.
Rina : meninggal karna apa?
Dio : sakit lambung. Ya jadi kalau kamu mau ya gak masalah buat kamu novelnya.
Rina : ya aku mau saja. aku dari dulu memang suka banget baca novel. hitung-hitung buat ngilangin stress.
Dio : oke, ini belum terlalu larut malam. Jadi kalau kamu gak keberatan kita kerumahku dulu ambil novelnya. gimana?
Rina : boleh dech.
Dia masuk perangkapku!! kulihat wajahnya dihiasi dengan senyuman. Ya memang benar semua cerita tentang adikku itu, dia meninggal dua tahun lalu karna sakit lambung yang sudah akut. Dan adikku juga semasa hidupnya sangat hobby baca novel dan memiliki koleksinya. Tapi Rina tidak tau bahwa ini adalah taktik ku untuk bersenang-senang dengannya malam ini. Walaupun sebenarnya masih banyak taktik lain yang kurencanakan, toh buat apa juga mengutarakannya lagi kalau taktik ini juga sudah berhasil membawanya malam ini bersamaku untuk bersenang-senang. Benar-benar dipermudah semuanya.
Tibalah kami dirumahku. Dan untungnya malam ini kedua orangtuaku tidak dirumah karna keluar negeri untuk mengurus pekerjaan selama sebulan. Akupun membuka pintu rumah dan mempersilakan Rina untuk duduk.
Rina : kamu sendiri dirumah?
Dio : iya kebetulan papa dan mamaku keluar negeri krna urusan pekerjaan.
Rina : berapa lama?
Dio : iya kebetulan papa dan mamaku keluar negeri krna urusan pekerjaan.
Rina : berapa lama?
Hmmm kenapa dia begitu ingin tau!
Dio : sebulan. oh ya kamu minum apa?
Rina : air putih saja.
Dio : sebentar ya aku ambilin.
Rina : air putih saja.
Dio : sebentar ya aku ambilin.
Bersambung..................
Penikmat Darah Part 2
4/
5
Oleh
CERITA HANTU
